Rongsokan Jangan Dibuang! Jual Beli Barang Bekas Bisa Jadi Solusi
Transaksion – Barang yang sudah tidak terpakai, rusak dan sejenenisnya justru menimbulkan masalah baru, yakni memakan ruang penyimpanan. Beberapa dari kita bahkan binggung di mana bisa membuangnya.
Rongsokan adalah istilah untuk barang-barang bekas atau limbah yang bisa dikumpulkan, dibeli, diperdagangkan, atau dimanfaatkan kembali.
Sebetulnya kita bisa mendapatkan uang dari barang bekas ini dengan cara menjualnya ke pengepul. Ada banyak sekali jasa yang melayani hal tersebut, termasuk di area Surakarta dan sekitarnya.
Kamu tinggal ketikan saja di Google “Jual barang bekas area (nama kota).” maka dengan mudah kamu menemukan berbagai layanan terdekat. Begitupun kami, Transaksion.com menyediakan layanan bagi masyarakat untuk menemukan jasa yang mereka butuhkan.
Lantas, bagaimana cara menjual barang bekas ini? Sangat mudah, tinggal lakukan tahapan seperti di bawah ini:
Temukan jasanya > hubungi mereka > mereka datang untuk cek barang > penimbangan > penjualan.
Barang bekas apa saja yang bisa dijual?
Meskipun jual beli barang bekas ini sudah sangat populer tapi tidak semua barang bisa dijual kembali. Lho, emang apa alasannya? Beberapa jenis barang justru lebih baik dibuang atau didaur ulang karena alasan keamanan, fungsi, atau nilai ekonomisnya.
Misalnya, barang yang tidak bisa dimanfaatkan kembali, baik sebagai produk utuh maupun sebagai bahan baku. Seperti, spons dapur bekas, kasur pegas yang sudah kempes total, atau mainan plastik patah yang tidak bisa direparasi. Barang-barang seperti ini tidak menarik di mata pengepul maupun konsumen.
Tentu masih banyak alternatif barang yang bisa kita jual kembali saat sudah rusak atau tidak terpakai, contohnya di bawah ini:
1. Elektronik Rumah Tangga

- Contoh: TV, kulkas, mesin cuci, kipas angin, AC
Kenapa masih bisa dijual:
Barang elektronik yang masih menyala atau bisa diperbaiki tetap memiliki nilai jual yang tinggi. Banyak teknisi atau pembeli pribadi mencari barang bekas untuk di-service kemudian digunakan kembali atau dijual ulang. Komponen di dalamnya seperti motor listrik, kabel tembaga, dan PCB (printed circuit board) juga bisa dimanfaatkan untuk daur ulang elektronik.
2. Furniture atau Perabot Rumah

- Contoh: meja, kursi, lemari, rak, tempat tidur
Kenapa masih bisa dijual:
Furniture kayu atau besi umumnya tahan lama dan masih bisa digunakan meskipun tampilannya usang. Banyak pembeli atau tukang kayu yang mencari furniture bekas untuk didaur ulang, diperbaiki, atau di-refinishing menjadi tampilan baru. Bahkan, gaya vintage saat ini justru sedang tren, sehingga barang bekas memiliki nilai estetika tersendiri.
3. Peralatan Dapur

- Contoh: panci, kompor, blender, rice cooker
Kenapa masih bisa dijual?
Jika masih layak pakai, peralatan dapur sering dicari oleh pembeli dengan anggaran terbatas, seperti mahasiswa, kos-kosan, atau rumah tangga baru. Selain itu, bahan logam seperti aluminium atau stainless steel dari alat dapur juga laku dijual ke pengepul karena bisa dilebur ulang.
4. Pakaian dan Aksesori
- Contoh: baju branded second, jaket, tas, sepatu
Kenapa masih bisa dijual:
Pakaian bekas berkualitas, terutama dari brand ternama, masih sangat diminati di pasar thrift shop. Banyak orang lebih memilih membeli barang bekas karena harganya lebih terjangkau, serta untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan (sustainable fashion). Selain itu, ada pelaku usaha yang menjual kembali pakaian bekas setelah dicuci dan dikemas ulang.
Untuk beberapa merk ternama bahkan harganya biasa di-mark-up oleh penjual pakaian bekas branded.
5. Barang Elektronik Kecil dan Gadget

- Contoh: HP rusak, charger, kabel, laptop bekas
Kenapa masih bisa dijual:
Meski rusak, barang-barang ini masih memiliki nilai spare part. Teknisi atau pemilik usaha servis sering mencari gadget bekas sebagai sumber komponen. Beberapa orang juga menjual HP atau laptop second yang sudah tidak dipakai agar tidak menumpuk di rumah.
6. Kertas, Kardus, dan Botol Plastik
- Contoh: koran bekas, kardus bekas belanja, botol minuman
Ini termasuk jenis limbah daur ulang yang umum dijual ke pengepul atau pemulung. Industri pengolahan sampah menggunakan bahan ini untuk membuat produk baru seperti kertas daur ulang atau botol plastik daur ulang.
7. Barang Otomotif Bekas

- Contoh: aki bekas, ban luar/dalam, velg, spare part mobil/motor
Komponen otomotif yang sudah tidak terpakai tetap bernilai tinggi karena bisa dijadikan suku cadang bekas atau dilebur menjadi bahan baku industri logam. Beberapa komponen seperti aki juga mengandung bahan berharga seperti timbal.
8. Peralatan Kantor dan Elektronik Lama

- Contoh: printer, CPU, monitor tabung
Meski tergolong usang, beberapa peralatan kantor lama masih bisa dipakai oleh UKM atau kantor kecil yang memiliki keterbatasan anggaran. Selain itu, barang seperti CPU dan printer juga dicari untuk kanibalisasi part.
Jika kamu punya banyak barang bekas seperti di atas, menjualnya bisa jadi solusi cerdas untuk mengurangi penumpukan barang di rumah sekaligus menghasilkan uang tambahan.
Manfaat dan Keuntungan Jual Beli Barang Bekas

Aktivitas jual beli barang bekas bukan sekadar soal mendapatkan uang dari barang yang sudah tidak terpakai. Di balik itu, ada banyak manfaat dan keuntungan, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Berikut beberapa alasannya:
1. Menghemat Pengeluaran
Membeli barang bekas bisa menjadi solusi ekonomis, terutama jika barang tersebut masih dalam kondisi bagus. Harga barang second biasanya jauh lebih murah dibanding harga baru, sehingga cocok untuk keperluan mendesak tanpa harus menguras dompet.
Contoh: Membeli kursi kantor bekas berkualitas bisa menghemat hingga 50–70% dibanding beli baru.
2. Menambah Penghasilan
Menjual barang bekas yang sudah tidak dipakai bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Barang yang semula hanya memenuhi gudang bisa diubah menjadi uang, terutama jika kamu tahu cara menawarkannya dengan baik.
Bahkan, banyak orang menjadikan bisnis jual beli barang bekas sebagai usaha utama mereka.
3. Mendukung Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Dengan menjual dan membeli barang bekas, kamu secara tidak langsung ikut mengurangi sampah dan limbah. Ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana barang dipakai kembali atau diperbaiki sebelum akhirnya dibuang.
Semakin banyak barang yang digunakan ulang, semakin sedikit sampah yang mencemari lingkungan.
4. Mengurangi Penumpukan Barang Tak Terpakai
Barang-barang di rumah yang sudah tidak digunakan—seperti pakaian lama, gadget lawas, atau perabot yang diganti—sering kali hanya jadi penghuni gudang. Menjual barang bekas membantu kamu menata ulang ruang di rumah agar lebih rapi dan fungsional.
5. Kesempatan Mendapat Barang Berkualitas dengan Harga Murah
Banyak barang bekas yang dijual dalam kondisi hampir baru (preloved), bahkan masih bergaransi. Ini membuka peluang bagi pembeli untuk mendapat barang berkualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Contoh: Kamera DSLR second dengan kondisi 90% masih bisa dipakai untuk pekerjaan profesional, tapi harganya lebih murah separuh.
Tanya Jawab Seputar Jual Beli Barang Bekas (FAQ)

Agar pembaca lebih paham dan tidak ragu dalam memulai jual beli barang bekas, berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan, lengkap dengan jawabannya:
1. Apakah semua barang bekas bisa dijual kembali?
Tidak selalu. Barang bekas bisa dijual jika masih memiliki nilai guna, bisa diperbaiki, atau memiliki komponen yang dapat dimanfaatkan. Namun, barang yang rusak parah, tidak aman, atau tidak memiliki permintaan pasar biasanya tidak laku dijual.
2. Di mana tempat terbaik untuk menjual barang bekas?
Tergantung jenis barangnya. Untuk barang rumah tangga dan elektronik, platform seperti OLX, Facebook Marketplace, dan Tokopedia sering jadi pilihan. Jika ingin cepat laku secara lokal, kamu bisa menjual lewat grup WhatsApp warga, komunitas, atau toko barang bekas terdekat. Jika kamu mencari siapa yang menyediakan jasa tersebut, kamu bisa mencarinya di Transaksion.com
3. Barang bekas apa saja yang paling cepat laku?
Gadget dan elektronik (HP, laptop, TV) Furniture (meja, kursi, lemari) Peralatan rumah tangga Pakaian branded (preloved) Barang antik atau langka
4. Bagaimana cara menentukan harga barang bekas?
Tentukan harga berdasarkan:
- Kondisi barang (fungsi dan estetika)
- Harga pasaran barang baru
- Kelengkapan dan merek
- Permintaan di pasaran
- Gunakan acuan dari marketplace dan sesuaikan dengan kondisi barangmu.
5. Apakah barang bekas perlu dibersihkan sebelum dijual?
Ya, sangat disarankan. Barang yang bersih dan rapi lebih menarik pembeli. Bersihkan, perbaiki sedikit jika perlu, dan ambil foto dari berbagai sudut agar pembeli percaya dengan kualitasnya.
6. Apakah saya bisa menjual barang bekas tanpa nota pembelian?
Bisa, selama barang tersebut bukan hasil curian dan kamu bisa menjelaskan kondisinya secara jujur. Untuk barang elektronik, ada baiknya sertakan informasi IMEI atau kelengkapan lainnya agar pembeli merasa aman.
7. Bagaimana cara menghindari penipuan saat transaksi barang bekas?
Gunakan platform terpercaya Hindari pembayaran di awal jika belum bertemu Gunakan fitur “COD” (Cash on Delivery) bila memungkinkan Jangan tergiur harga terlalu murah Simpan bukti percakapan dan transaksi
8. Apa yang harus dilakukan jika barang tidak laku-laku?
Tinjau ulang harga Perbarui foto dan deskripsi Gunakan kata kunci yang tepat saat posting Promosikan ulang secara berkala Pertimbangkan menjual lewat platform lain atau menawarkan diskon
9. Apakah ada jasa angkut barang bekas panggilan?
Ya, saat ini banyak jasa pembelian barang bekas yang menyediakan layanan antar-jemput. Mereka akan datang ke lokasi, menilai barang, dan langsung membayar di tempat jika deal.
Comments
4