Surat Ali Imran

Asbabun Nuzul Surat Ali Imran

Pada tahun ke-9 Hijriyah, surah Ali Imran diturunkan setelah surah Al-Anfaal. Kenapa dinamakan Ali Imran? Karena nama tersebut dijelaskan secara jelas pada ayat ke-33 dan memang menyinggung kisah keteladanan keluarga Imran di dalamnya.

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing),” Q.S Ali Imran Ayat 33

Kategori : Surah Madinah (Madaniyyah)
Jumlah Ayat: 200
Jumlah Huruf 14.605
Jumlah Kata 3.503
Nama Ali Imran, az-Zahra
Isi Tauhid, kisah-kisah dan hukum muamalah

 

Menurut Ibnu Katsir, sekitar 83 ayat pertama dari surah ini turun ketika rombongan dari Najran datang untuk menemui Nabi Muhammad SAW pada tahun 9 Hijriyah. Al-Baghawi memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pertemuan tersebut.

Rombongan Najran yang berjumlah sekitar 60 orang itu terdiri dari 14 pemimpin utama, dan di antara mereka terdapat tiga tokoh yang paling terkemuka:

  • Abdul Masih, yang bergelar al-‘Aqib
  • Al-Aiham, yang bergelar As-Sayyid
  • Abu Haritsah bin Alqamah
  • Abdul Masih (al-‘Aqib) adalah pemimpin musyawarah yang memegang peranan penting dalam keputusan-keputusan yang diambil.
  • Al-Aiham (As-Sayyid) bertanggung jawab terhadap akomodasi dan kebutuhan konsumsi rombongan.
  • Abu Haritsah bin Alqamah adalah seorang uskup yang juga memimpin keagamaan di antara mereka.

Al-Baghawi menjelaskan lebih lanjut bahwa rombongan tersebut datang ke Masjid Nabi pada waktu Ashar. Mereka segera menyiapkan diri untuk melakukan ibadah dan mulai melaksanakan shalat dengan menghadap ke arah timur.

Melihat hal tersebut, seorang sahabat Nabi merasa heran dan berkata, “Kami belum pernah melihat tamu seperti mereka.” Namun, Nabi Muhammad SAW menjawab, “Biarkan saja mereka.”

Setelah selesai shalat, dua orang pemuka mereka, As-Sayyid dan al-‘Aqib, mendekati Nabi dan memberikan salam. Nabi kemudian bertanya kepada mereka, “Apakah kalian berdua sudah memeluk Islam?” Keduanya menjawab, “Kami sudah Muslim sebelum engkau.”

Nabi kemudian membantah, mengatakan bahwa mereka tidak mungkin Muslim karena mereka masih meyakini bahwa Allah memiliki anak, menyembah salib, dan makan daging babi.

Kedua tokoh itu pun bertanya kepada Nabi, “Jika Isa bukan anak Allah, siapa ayahnya?” Mereka pun berdebat tentang siapa sebenarnya Isa. Nabi Muhammad SAW kemudian menjelaskan beberapa hal melalui serangkaian pertanyaan.

Nabi bertanya kepada mereka, “Apakah kalian tahu bahwa seorang anak selalu mirip dengan ayahnya?” Mereka menjawab, “Ya, tentu!

Nabi kemudian bertanya lagi, “Apakah kalian tahu bahwa Tuhan itu menjaga segala sesuatu dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya?” Mereka menjawab, “Ya.”

Nabi melanjutkan, “Apakah Isa melakukan itu?” Mereka menjawab, “Tidak!

Nabi kembali bertanya, “Apakah kalian tahu bahwa Tuhan itu mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi?” Mereka menjawab, “Ya.”

Nabi bertanya lagi, “Apakah Isa tahu segala sesuatu selain yang dia ketahui?” Mereka menjawab, “Tidak!

Nabi Muhammad kemudian menjelaskan, “Tuhan kita menciptakan Isa di dalam rahim ibu-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan kita tidak berbentuk, tidak ada yang sebanding dengan-Nya, dan Tuhan kita tidak makan atau minum.” Mereka pun menjawab, “Ya, itu benar.”

Nabi kemudian bertanya, “Apakah kalian tahu bahwa Isa dilahirkan oleh ibunya seperti bayi lainnya? Dia diberi makan, minum, dan berbicara seperti bayi pada umumnya?” Mereka menjawab, “Ya, benar.”

Nabi kemudian bertanya lagi, “Lantas, bagaimana bisa kalian menganggap Isa adalah anak Allah?” Setelah mendengar penjelasan ini, mereka terdiam.

Pada saat itulah, lebih dari 80 ayat dari Surat Ali Imran turun, menjelaskan tentang kejadian tersebut.

Dalam Tafsir Al-Washit, disebutkan bahwa surah ini dinamakan Ali Imran karena di dalamnya terdapat kisah tentang keluarga Imran yang sangat rinci, yang tidak ada dalam surah lainnya.

Keluarga Imran yang dimaksud adalah Isa, Yahya, Maryam, dan ibunya. Imran sendiri adalah ayah dari Maryam, ibu dari Isa. Jadi, Imran adalah kakek dari Isa AS.

Apa Manfaat Membaca Surah Ali Imran?

Surah Ali Imran memiliki banyak keutamaan yang dapat memberikan manfaat besar bagi umat Islam. Salah satunya adalah mendatangkan pahala yang besar. Membaca surah ini mengandung banyak hikmah dan nasihat yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Setiap bacaan dari surah ini akan mendatangkan pahala yang melimpah bagi orang yang membacanya.

Selain itu, surah ini juga berfungsi sebagai pelindung dari kejahatan. Banyak ayat dalam surah ini yang menyebutkan tentang kejahatan dan tipu daya musuh-musuh Islam. Dengan membaca surah Ali Imran, seseorang akan mendapat perlindungan dari Allah terhadap segala bentuk kejahatan dan pengaruh negatif yang mungkin ada di sekitarnya.

Surah Ali Imran juga memberikan petunjuk hidup yang sangat berharga. Dalam ayat-ayatnya, Allah mengingatkan pentingnya mendekatkan diri kepada-Nya, mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW, serta menjauhi perbuatan maksiat. Dengan rutin membaca surah ini, seseorang akan mendapat petunjuk yang benar dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, surah ini mengandung kisah-kisah yang dapat menguatkan iman seseorang. Kisah-kisah seperti kelahiran Nabi Isa dan keberanian Nabi Ibrahim menjadi inspirasi yang meneguhkan keyakinan dan iman umat Islam. Membaca surah ini dapat memperkuat iman dan membuat seseorang semakin kokoh dalam keyakinannya.

Bagi mereka yang ingin mendapatkan keberkahan dalam rezeki, surah Ali Imran juga menawarkan manfaat tersebut. Beberapa ayat di dalamnya berbicara tentang rezeki dan keberkahan. Membaca surah ini dengan rutin dapat membuka pintu rezeki yang melimpah dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Surah Ali Imran juga mengajarkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Allah mengingatkan umat Islam untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan selalu hidup berdasarkan ajaran-Nya. Dengan memahami ajaran ini, seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih tenang dan penuh dengan berkah.

Terakhir, surah Ali Imran juga memiliki kemampuan untuk menghilangkan kesedihan dan kegelisahan. Allah menegaskan bahwa Dia adalah tempat bergantung, pelindung, dan tempat mengadu bagi umat Islam. Membaca surah ini dapat memberikan ketenangan hati dan mengurangi perasaan sedih serta gelisah.

Membaca surah Ali Imran sekali pada malam hari, ganjarannya seperti menunaikan shalat tahajud semalam (Hr ad-Darimi dari Utsman bin Affan)

Pelajaran dari Surat Ali Imran

Surat Ali Imran dan Al-Baqarah dikenal sebagai “Az-Zahrawaani” (dua yang cemerlang) karena kedua surat ini mengungkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti peristiwa kelahiran Nabi Isa a.s., kedatangan Nabi Muhammad s.a.w., dan lain-lain. Beberapa pokok kandungan yang terdapat dalam Surat Ali Imran antara lain:

  1. Keimanan
    Allah dalam surat Ali Imran menjelaskan dalil-dalil yang bisa digunakan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan umatnya untuk membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi Isa a.s., karena tauhid adalah dasar yang dibawa oleh para Nabi untuk disampaikan kepada umatnya.
  2. Hukum-hukum
    Surat Ali Imran menjelaskan pentingnya musyawarah dalam setiap pengambilan kebijakan yang mencakup hajat hidup orang banyak, konsep mubahalah, dan larangan melakukan muamalah dengan cara yang merugikan orang lain, seperti praktek riba.
  3. Kisah-kisah
    Dalam surat ini terdapat kisah keluarga Imran, perang Badar, dan perang Uhud beserta pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Selain itu, Surat Ali Imran juga menjelaskan tentang sekelompok orang yang mentakwil ayat-ayat mutasyabihat dengan cara yang salah untuk menyerang keyakinan umat Islam, menerangkan sifat-sifat Allah dan sifat-sifat orang yang bertakwa, menegaskan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah, dan berbagai hal lain yang terkait dengan perilaku Ahli Kitab dan orang-orang kafir Quraisy dalam keyakinan mereka.

Tambahkan Komentar

Sign up to receive the latest
updates and news

© 2025 Transaksion – Situs Jual Beli Barang & Jasa. Seluruh hak cipta dilindungi.